Jual Bluetooth GPS Mio Garmin Navigation Navigasi Jakarta 0813-8322-2994 RSS Feed
 
 
 
 

LOWONGAN KERJA

Peta GPS

Kalau kita membeli GPS langsung dari luar negeri, peta yang terpasang umumnya adalah peta dunia atau kota lain di luar negeri… sementara peta indonesia, khususnya kota tempat kita tinggal tidak ada isinya. Duh duh duh…
Jika kita membeli melalui agen resmi GPS di Indonesia, biasanya sudah dimasukkan peta tempat di mana kita tinggal, misalnya peta Jakarta, Jawa, Bali, dsb.

Nah, gimana dong dengan nasib yang beli unit GPS tanpa memiliki peta?
Tenang,.. teman-teman baik kita yang tergabung dalam komunitas NavNet (www.navigasi.net) telah bekerja keras saling membantu untuk membangun peta kota-kota di Indonesia, yang semakin hari semakin lengkap. Bravo! untuk teman2 di Navigasi.net khususnya mas Buyung yang menggagas website tersebut. Melalui website tadi, kita bisa mendownload peta yang kita perlukan. Jangan lupa, jika kita juga sudah bisa belajar membuat peta, sangat diharapkan ikut menyumbangkan peta bikinannya untuk diupload ke website tersebut. Dan untuk ganjarannya, setelah kita ikut kontribusi, kita diperbolehkan mendownload peta sharemap yang lengkap dengan nama jalan… wah mantab deh pokoknya.

Mau ke mana, kita?

Jika peta sudah terpasang di dalam memory GPS, kita bisa meminta GPS untuk menunjukkan lokasi suatu tempat (sering disebut dengan istilah Point of Interest / POI). Dan bahkan kita bisa meminta GPS untuk menuntun - mengantarkan kita menuju POI tersebut. Feature tersebut sering disebut sebagai feature Routing. Peta yang baik adalah peta yang dapat menjalankan feature Routing dan menampilkan nama jalan yang dilalui.

Saya coba minta GPS mengantarkan saya ke kantor kemangnet.com

Tampilan layar GPS di bawah ini kebetulan dari GPS merek Garmin Street Pilot, jadi tentunya beda merek dan model akan berbeda tampilannya.. namun kurang lebih fungsinya persis sama…

Saya pilih dari daftar POI saya, yang sebelumnya pernah saya simpan (save) sebagai favorit.

Lanjut saya coba segera minta antar ke sana… GO!!

Foto di ambil saat melewati Pondok Indah, tepatnya di Jalan Bukit Hijau, tertulis pada layar GPS.

Saat di Jalan Hidup Baru, terlihat saya harus belok ke kiri dan memutar balik, karena ada pembatas jalan.

Wah.. benar-benar cerdas! Seperti punya mainan baru di mobil.

Manfaat GPS

Jadi ingat film Dora the Explorer, selalu membawa peta dalam ranselnya agar dapat cepat mencapai tempat tujuan dan tidak tersesat. Kira-kira begitu juga jika kita memanfaatkan unit GPS untuk membantu kita mencari lokasi tujuan saat berkendara.

Saya mengira GPS hanya menampilkan peta saja, ternyata bisa lebih dari itu, dan sangat menarik dan membantu.

Saya mau cerita sekilas tentang GPS agar lebih lengkap.

GPS adalah unit penerima sinyal satelit GPS. Satelit GPS sendiri ada sekitar 24 unit (ada beberapa satelit cadangan) yang disebar mengelilingi bumi 2 kali sehari. Sinyal yang di kirim oleh satelit-satelit tadi diterima oleh unit GPS. Minimal diperlukan 3 sinyal satelit agar unit GPS bisa menterjemahkan dan menghitung, hasilnya adalah lokasi / posisi kita di muka bumi. Yaitu berupa data Longitude dan Latitude, jika ada 4 sinyal satelit, maka unit GPS dapat menghasilkan informasi altitude (ketinggian dari permukaan laut).

Jika kita bergerak (berpindah dari satu tempat ke tempat lain), unit GPS juga menghitungnya.. sehingga dia akan menampilkan informasi Speed (kecepatan). Oh ya, selain itu fungsi kompas sebagai penentu arah juga ada di unit GPS.

Nah lebih lengkap soal bagaimana GPS bekerja, dan sebagainya bisa dibaca-baca di www.navigasi.net dan di www.howstuffworks.com

GPS sendiri tidak memerlukan biaya registrasi ijin atau lainnya, ini merupakan layanan gratis dan mulia yang dapat kita manfaatkan untuk berbagai kepentingan. Jadi dengan membeli unit GPS, kita bisa langsung berhubungan dengan satelit GPS dan mendapatkan informasi lokasi kita.

Hmm.. karena penasaran.. saya coba beli GPS yang dikhususkan untuk dipakai di mobil. Bisa apa aja sih unit GPS ini?

Manfaat GPS Mio di Jakarta

Tudingan pembangunan jalur busway sebagai biang kerok kemacetan di Jakarta tak sepenuhnya benar. Kemacetan juga disebabkan banyaknya jumlah penduduk di Jakarta.

“Bayangkan, jutaan orang berada di jalan pada saat bersamaan. Pasti menimbulkan kemacetan lalu lintas,” kata Ketua Umum PBR Bursah Zarnubi kepada detikcom, Kamis (8/11/2007).

Bursah menawarkan solusi agar Pemprov DKI Jakarta membuat jadwal aktivitas masyarakat berbeda berdasarkan dengan pekerjaan dan profesinya. Setidaknya dibutuhkan 4 jadwal masuk kerja atau sekolah.

Untuk anak-anak sekolah diusulkan masuk pukul 06.30 WIB. Untuk pegawai negeri pukul 07.30 WIB. Untuk pegawai swasta pukul 08.30 WIB, dan untuk karyawan yang bekerja di pusat perbelanjaan pukul 09.30 WIB.

“Dengan demikian keberangkatan mereka ke tempat kerja dan sekolah akan bergelombang. Jadi tidak akan terjadi penumpukan orang di jalan,” ujar Bursah.

Untuk mengatasi kemacetan, Pemprov DKI sebaiknya merencanakan pembangunan busway dengan baik. Demikian pula dengan jumlah bus yang dioperasikan sehingga tidak ada penumpukan penumpang.

“Jumlah bus harus ditambah dan dikombinasikan dengan bus gandeng sehingga penumpang tak perlu antre panjang untuk bisa naik busway,” pungkasnya.

Tetapi jika tetap macet kita membutuhkan solusi. Yaitu mencari jalan yang mudah diakses dan tidak berputar-putar atau jika menemukan jalan yang macet kita bisa menghindarinya. Hal ini bisa dijawab oleh kemampuan GPS Mio sebagai Navigasi / Navigation perjalanan masyarakat perkotaan.